Sedang Viral, Aplikasi FaceApp Ini Belum Dianggap Bahaya Oleh Kominfo


FaceApp sedang menjadi tren di media sosial. Aplikasi edit foto berteknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) itu bisa bikin wajah pengguna seolah-olah berubah menjadi tua. 

Pengguna FaceApp ramai-ramai memamerkan hasil wajah tua mereka di media sosial dengan tagar #AgeChallenge dan #FaceAppChallenge. Peningkatan tren ini juga membuat aplikasi FaceApp menuai kontroversi soal keamanan data pengguna.  

Banyak orang yang mengkritik aplikasi edit foto buatan pengembang asal Rusia ini, terutama soal data privasi dan pencurian foto yang bisa disalahgunakan. Di Amerika Serikat, misalnya, aplikasi ini diminta diselidiki boleh FBI. Sementara di Arab Saudi, para penggunanya mendapat peringatan. Bahkan, ada ulama di Mesir yang memfatwakan haram FaceApp. 

Melihat perkembangan yang ada, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melihat FaceApp belum dinilai berbahaya. Plt. Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu berkata, hingga kini belum ada laporan kerugian yang disebabkan oleh FaceApp. Oleh sebab itu, Kominfo belum melakukan pemblokiran dan masih dalam tahap pemantauan. 

"Kalau sampai pemblokiran FaceApp saat ini belum ya, belum arah ke situ. Tapi kita terus pantau. Kami lihat ini masyarakat senang mengikuti hal-hal yang lagi tren langsung pada ikutan," jelasnya di kantor Kominfo, Rabu (24/7). 

Pria yang akrab disapa Nando ini juga menjelaskan Kominfo bersifat netral, tidak dipengaruhi oleh penilaian-penilaian luar soal aplikasi FaceApp yang dianggap berbahaya.  

FaceApp yang merupakan buatan perusahaan Rusia ikut terbawa isu sensitif hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia. Ia juga melihat aplikasi media sosial lainnya memiliki pola kerja yang sama dengan FaceApp. 

"Pandangan kami sampai saat ini belum. Kita harus melakukan hal yang sama atau fair terhadap media sosial lain, juga FaceApp. Jangan karena gara-gara pernyataan satu dua pihak karena dia dari Rusia itu kan engga fair. Kami lihat ini seperti perang antara Rusia dan Amerika ya. Ketika kita kirim-kirim data di Facebook atau Twitter kita tenang-tenang saja. Jadi, apapun perlakuan kita di media sosial seharusnya sama," ungkapnya. 

Sumber: kumparan(dot)com

Kominfo mengimbau masyarakat Indonesia untuk selalu waspada dalam menggunakan media sosial, terutama soal data pribadi. 

"Mendorong publik agar harus hati-hati. Silakan pakai media sosial apapun, tapi jangan mengumbar data pribadi apa pun," terangnya. 

Bagi masyarakat yang ingin menggunakan FaceApp diminta menghindari mengunduh aplikasi dari sumber selain toko aplikasi resmi: Google Play Store atau Apple Apps Store. Kemudian, periksa informasi yang tersedia tentang aplikasi, seperti pengembang, peringkat, ulasan, dan lain sebagainya.  

Pengguna FaceApp perlu berhati-hati dan selalu memperhatikan ketika aplikasi meminta akses atau lisensi terhadap konten atau identitas digital. Jangan asal menyetujui dan pastikan apa saja yang kamu izinkan untuk dibagikan dengan aplikasi tersebut.
Tag : Serba Serbi
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar

Back To Top